NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang menjajaki peluang kerja sama investasi dengan Mozambik, khususnya dalam pengembangan industri pengolahan singkong untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian negara tersebut.

Kerja sama ini mencakup pemanfaatan teknologi budi daya, peningkatan produktivitas, serta pengembangan fasilitas pengolahan singkong. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Mozambik.

"Indonesia dan Mozambik berpeluang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Kami ingin mendorong peningkatan perdagangan dua arah, memperluas akses pasar bagi kedua negara, serta membuka peluang investasi yang bernilai tambah bagi perekonomian," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Selain menjajaki peluang investasi, Budi menekankan pentingnya mengoptimalkan perjanjian dagang preferensial Indonesia-Mozambik atau Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA) untuk memfasilitasi perdagangan dan meningkatkan pemanfaatan preferensi tarif.