Sebaliknya, sebut dia, hal tersebut merupakan tantangan dalam pertukaran informasi di sepanjang rantai nilai tahapan.

Dalam sebuah karya yang digunakan secara internasional, Hermansyah menyampaikan proses dimulai dari dokumentasi, di mana sering kali ditemukan data kepemilikan yang tidak lengkap.

Tahap berikutnya, yakni perizinan di seluruh rekapitulasi karya global yang terfragmentasi, dilanjutkan dengan volume pelaporan penggunaan yang sangat besar.

Kemudian, dia menambahkan tahap yang sangat krusial berupa pencocokan, yang menghubungkan laporan penggunaan dengan para pemegang hak cipta.

"Jika kode pengenal (identifiers) hilang, rantai tersebut akan terputus," ucap dia.

Pada akhirnya, dia mengatakan proses akan berlanjut ke tahapan kalkulasi, distribusi, dan rekonsiliasi, yang sering kali terkena pemotongan biaya administratif serta terbatasnya visibilitas bagi pemegang hak cipta luar negeri.