Sementara itu, dalam sesi pleno mengenai rantai pasok, Indonesia menekankan pentingnya menjaga kepastian rantai pasok global sekaligus memperkuat sistem perdagangan multilateral. Untuk mendukung upaya tersebut, Arrmanatha mengusulkan penguatan kesiapsiagaan serta penyediaan pembiayaan jangka panjang dengan biaya terjangkau.
Dia juga menilai rantai pasok global perlu memiliki lebih banyak pusat produksi, terutama di negara-negara berkembang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemitraan teknologi yang memberikan manfaat bagi negara berkembang.
Selain mengikuti sesi pleno, Menlu RI menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para menteri luar negeri dari Turkiye, Rusia, Inggris, Kanada, Arab Saudi, dan sejumlah negara sahabat lainnya.
Kemlu RI menyatakan pertemuan tingkat menteri luar negeri G20 tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Presidensi Amerika Serikat di G20, yang akan mencapai puncaknya melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Miami pada Desember 2026.