"Produk itu juga sebagai literasi keuangan bagi anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas dan membantu anak membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini melalui pengalaman perbankan yang sesuai dengan tahapan usia mereka, namun tetap rekening mereka terhubung dengan rekening orang tua," tuturnya.
Ia mengatakan respon masyarakat terhadap produk baru tersebut cukup bagus karena orang tua juga bisa memantau secara real time transaksi di WondrZ, sehingga dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk belajar mengelola keuangan sendiri secara bijaksana sebelum mereka memiliki KTP.
"Transaksi di aplikasi untuk Generasi Z itu juga dibatasi yakni maksimal Rp500 ribu per hari. Semua transaksi bisa dikontrol dan diketahui oleh orang tua. Apabila akun anaknya berlebihan maka orang tua bisa memblokirnya," katanya.