Polisi turut meningkatkan pengamanan di sekitar ibu kota. Menurut laporan media lokal, aparat juga memeriksa kendaraan yang hendak memasuki Tirana.
Demonstrasi antipemerintah di Albania sendiri telah berlangsung secara berkala sejak Mei, ketika kabar mengenai proyek hotel mewah yang berkaitan dengan keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencuat.
Proyek tersebut dikaitkan dengan Jared Kushner, menantu Trump. Sejak saat itu, kemarahan publik berkembang menjadi gerakan yang lebih luas untuk menentang korupsi dan tingginya biaya hidup.
Para demonstran turut menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Albania Edi Rama dari Partai Sosialis. Mereka menyalahkan elite politik atas krisis yang terjadi di negara tersebut.
"Kami di sini untuk melawan kediktatoran yang ada di Albania. Namun sebagian besar dari kami menderita akibat tahun-tahun sebelumnya," ujar salah satu pengunjuk rasa, Orgeta Likaj, seperti diberitakan The New York Times, Minggu (25/10).
"Kami ingin memberitahu [Perdana Menteri Albania Edi] Rama bahwa rakyat Albania sudah tidak menginginkannya lagi," sambungnya.