Rama telah menolak seruan tersebut, dan melimpahkan kesalahan atas aksi protes itu kepada kelompok-kelompok anti-Uni Eropa.

Ia kemudian menuding "aktor asing" atas kekerasan dalam demonstrasi. Ia juga menuduh Rusia dan Iran mendorong penyebaran informasi keliru di internet.

Di tengah ketegangan tersebut, Rama menyerukan dialog dengan para demonstran. Pada Sabtu, bantal-bantal berwarna merah diletakkan di luar kantor pusat pemerintahan sebagai simbol ajakan berdialog.

Namun, para demonstran kemudian membakar bantal-bantal tersebut.

Selain mengecam pemerintah, sejumlah peserta aksi juga terlihat membawa poster yang mengkritik Sali Berisha, pemimpin Partai Demokrat berhaluan kanan-tengah yang menjadi tokoh oposisi Rama.