NADIKABAR.COM — Masuk desil 10 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), ribuan warga Kota Mataram memilih mengajukan sanggahan. Mereka keberatan karena kondisi ekonomi yang mereka jalani dinilai tidak menggambarkan peringkat tersebut.
Kepala Dinsos Mataram, Muzakkir Walad, mengatakan ribuan warga telah mengajukan sanggahan sepanjang 2026. Menurutnya, ketidaksesuaian data tersebut disinyalir terjadi saat proses wawancara pendataan.
"(Kemungkinan) salah mereka menjawab, sehingga salah juga di sistem," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
"Sudah banyak yang menyanggah. Ada ribuan warga yang menyanggah," sambungnya.
Muzakkir mengatakan tingginya jumlah sanggahan tidak menjadi kendala dalam proses verifikasi dan perbaikan data. Menurutnya, proses tersebut dapat dilakukan dalam waktu singkat.