NADIKABAR.COM — Ribuan orang berunjuk rasa di Portugal, Sabtu (17/10) guna memprotes kenaikan biaya hidup, serta menuntut kenaikan upah, perbaikan pensiun, dan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau.
Konfederasi Umum Pekerja Portugal (CGTP), sebuah serikat pekerja, mengorganisasi demonstrasi di Lisbon, Porto, dan Coimbra.
Di Lisbon, para pengunjuk rasa berangkat dari Cais do Sodre menuju Lapangan Rossio. Aksi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal CGTP Tiago Oliveira bersama anggota serikat pekerja yang membawa spanduk berisi tuntutan kenaikan upah.
Para demonstran meneriakkan slogan yang menentang upah rendah dan kenaikan biaya sewa, serta membawa poster yang menyerukan kebijakan perumahan. Aksi pendudukan berupa perkemahan protes terkait perumahan dijadwalkan dimulai di Lapangan Rossio pada pukul 17.00 waktu setempat (15.00 GMT/22:00 WIB).
Di Porto, beberapa ribu orang berbaris dari Lapangan Batalha menuju Lapangan D. Joao I. Mereka menyuarakan tuntutan kenaikan upah, perbaikan pensiun, dan peningkatan layanan publik.
Sekitar 100 aktivis muda yang memperjuangkan hak atas perumahan turut bergabung dalam pawai tersebut. Mereka membawa poster dan sebuah tenda sebagai simbol gerakan mereka. Setibanya di lapangan, para aktivis disambut tepuk tangan, sementara massa memenuhi area hingga ke trotoar di sekitarnya.
Juru bicara gerakan perumahan, Cristiana Leal, mengatakan mobilisasi akan terus berlanjut hingga kondisi kehidupan masyarakat membaik. Pertemuan terbuka untuk masyarakat dijadwalkan berlangsung di lapangan tersebut pada pukul 19.00 waktu setempat (17.00 GMT/00:00 WIB).
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung setelah operasi polisi mengakhiri perkemahan protes terkait perumahan di Porto pada Kamis dini hari.
Pemimpin Partai Sosialis Jose Luis Carneiro menyatakan solidaritas kepada para demonstran dan menyerukan agar aksi berlangsung secara bertanggung jawab. Ia juga meminta aparat keamanan memastikan bahwa setiap penggunaan kekuatan dilakukan secara tepat dan proporsional.
Carneiro turut meminta penjelasan mengenai intervensi polisi pada Kamis tersebut. Penanganan insiden itu sedang diperiksa oleh Inspektorat Jenderal Administrasi Dalam Negeri Portugal.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia