Dari sisi prestasi, sebanyak 118 wisudawan sarjana meraih predikat Summa Cum Laude, 207 Magna Cum Laude, dan 547 Cum Laude. Di jenjang Magister, tercatat 171 lulusan Summa Cum Laude, 95 Magna Cum Laude, dan 111 Cum Laude. Sementara pada jenjang Doktor, 16 lulusan meraih Summa Cum Laude, lima Magna Cum Laude, dan 19 Cum Laude.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, menyebutkan bahwa kurikulum ITB kini lebih adaptif terhadap persoalan riil. Mahasiswa sarjana diarahkan agar lebih fleksibel menghadapi dinamika dunia kerja yang cepat.

"Setiap jenjang ada karakteristiknya. Untuk sarjana kita desain untuk bisa masuk ke dunia kerja yang berubah sangat cepat. Generasi sekarang itu sudah tersentuh dengan kurikulum ITB yang lebih fleksibel," kata Irwan.

Fleksibilitas ini diwujudkan melalui kebijakan lintas program studi, yang memungkinkan mahasiswa memperluas perspektif keilmuan mereka.

"Sekarang sudah ada beberapa lulusan yang tidak hanya mengambil perkuliahan di jurusannya, tapi juga mengambil mata kuliah dari prodi lain. Jumlahnya belum terlalu banyak, tapi mudah-mudahan bisa memberi persepsi baru dan ini bisa diadopsi oleh lebih banyak mahasiswa," tuturnya.

Irwan berharap, wawasan lintas disiplin ini membuat lulusan mampu memberikan solusi yang lebih utuh bagi masyarakat. "Jadi mereka akan terbiasa dengan memahami bidang lain. Itu cara supaya bisa berkontribusi lebih baik di masyarakat," tambahnya.

Selain itu, ITB kini mendorong proyek berbasis industri sebagai alternatif syarat kelulusan selain tugas akhir konvensional. "Selain ada tugas akhir, ada juga yang berbasis dunia kerja. Sekarang mahasiswa mulai didorong membuat proyek yang menyelesaikan permasalahan di industri secara nyata," tutup Irwan.

Mendikti Saintek, Brian Yuliarto, turut memberikan pembekalan melalui empat pesan utama. Ia mengingatkan bahwa ijazah adalah awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar.