NADIKABAR.COM — Aksi protes puluhan ribu pelajar di seluruh Prancis diwarnai dengan kekerasan. Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu menyebut bahwa dirinya tidak akan mentoleransi kekerasan.

"Membakar gedung sekolah tidak memperbaiki kondisi bangunan sekolah. Menyerang guru tidak membantu menggantikan posisi guru," kata Lecornu di hadapan parlemen, dilansir AFP, Selasa (6/10/2026).

Lecornu juga membantah anggapan bahwa pemerintah memerintahkan tindakan represif polisi terhadap para demonstran. "Sebuah kebohongan," tegasnya.