NADIKABAR.COM — Kementerian Perhubungan mendorong penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ekosistem maritim untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut yang selamat, aman, andal, terjangkau, dan berdaya saing.

"Kolaborasi antara pemerintah, operator, industri galangan kapal, pelabuhan, lembaga pembiayaan, hingga penyedia teknologi menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan armada nasional," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Workshop Danantara’s Maritime Industry Dialogue: Accelerating Indonesia’s Maritime Corridor Development, di Jakarta, Selasa.

Dudy mengatakan tantangan pembangunan sektor maritim bukan terletak pada luasnya jaringan transportasi laut yang tersedia, melainkan memastikan setiap jaringan dilayani armada yang memadai sesuai karakteristik rute dan didukung pelabuhan yang memadai.

Menurut dia, armada dan infrastruktur tersebut harus mampu menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, andal, dan terjangkau sehingga dapat memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat secara optimal.

“Tantangannya bukan seberapa luas jaringan yang tersedia, tetapi bagaimana memastikan jaringan tersebut dilayani oleh armada yang cukup, sesuai dengan karakteristik rute, didukung pelabuhan yang memadai, serta mampu memberikan pelayanan yang aman, andal, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Kemenhub mencatat Indonesia saat ini memiliki 636 pelabuhan laut dan 132 pelabuhan penyeberangan yang didukung 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, 18 trayek kapal rede, 26 trayek PSO Pelni, serta enam trayek kapal ternak.