Melansir Paranaibamais, laporan pertandingan mencatat 4 pemain diusir saat laga berjalan. Adapun 39 pemain sisanya dikartu merah usai laga berakhir.

Tensi pertandingan mulai memanas pada babak kedua setelah pemain UEC menerima kartu kuning kedua usai melayangkan pukulan. Jajaran manajemen tuan rumah lantas menginvasi lapangan. Mereka nampak mengintimidasi wasit hingga pertandingan terhenti selama 40 menit.

Puncak kerusuhan pecah saat selebrasi gol Mamore memicu aksi provokasi terhadap bangku cadangan UEC. Sesaat kemudian, para pemain dan staf teknis kedua tim langsung terlibat baku hantam.