Aksi anarkis berlanjut dengan masuknya enam oknum suporter ke dalam lapangan untuk menyerang skuad Mamore. Selain itu, laporan resmi wasit turut mencatat ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh deretan petinggi klub UEC.

Laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Mamore juga meninggalkan kerusakan parah pada area ruang ganti tim tamu.

Oleh sebab itu, manajemen Mamore resmi melaporkan kasus pengancaman ini ke pihak kepolisian. Pihak Mamore juga menuntut pencoretan UEC dari kompetisi.