Tendangan penalti yang sukses dieksekusi hingga berbuah gol itu, merubah skor menjadi 1-1. Hasil itu, kemudian membuat Tasik Raya yang butuh menang di pertandingan ini, gagal lolos ke babak selanjutnya.

"Hasil pertandingan ini membuat Banjar Patroman FA lolos ke babak 8 besar bersama Persikotas dari Grup B," kata Firman.

Diduga karena tidak puas dengan keputusan wasit tersebut, akhirnya para pemain dan ofisial Tasik Raya melakukan protes, hingga berujung pengeroyokan terhadap wasit tersebut.

"Setelah peluit akhir, seluruh pemain menyerang perangkat pertandingan. Bahkan saya melihat sendiri ada yang menyundul wasit dengan kepala dan ada videonya," kata Firman.

"Sebenarnya jika tidak puas dengan keputusan wasit, bisa disampaikan melalui mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan dalam kompetisi," pungkas Firman melanjutkan.