Selisih waktu keduanya hanya 0,10 detik, menandakan persaingan ketat hingga menyentuh garis finis.

Rifky mengakui lawan-lawannya memberikan tekanan cukup kuat dalam persaingan tersebut. Namun, dengan prinsip bermain lepas, Rifky memilih untuk mengabaikan tekanan tersebut dan fokus pada diri sendiri.

Ia menyebutkan catatan waktunya dalam pertandingan final sebenarnya tidak berbeda jauh dengan waktu saat latihan. Atlet berusia 24 tahun itu mengaku puas karena bisa membawa semua pelajaran selama latihan ke dalam pertandingan untuk mencapai hasil yang maksimal.