Kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh World Traditional Archery Federation (WTAF) tersebut diikuti 547 atlet dari 36 negara.
Indonesia mengirimkan 17 atlet, terdiri dari 15 putra dan dua putri. Mereka bertanding di empat kategori, yakni Zhamby 30 meter, Puta 70 meter, Tarcsa 90 meter, dan Kyungdo 145 meter.
Dari seluruh delegasi Indonesia, lima atlet berhasil menembus babak 16 besar di kategori Zhamby, Puta, dan Tarcsa. Namun, hanya Riga yang mampu melangkah hingga partai final.
Ketua Umum Perkumpulan Panahan Berkuda & Tradisional Indonesia (KPBI), Dr. Akhmad Mustain, menilai pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan prestasi Indonesia dibandingkan edisi sebelumnya. Pada kejuaraan 2025, atlet Indonesia meraih medali perunggu di kategori Zhamby.