Akhmad berharap para pemanah tradisional Indonesia dapat meraih hasil lebih baik pada tahun mendatang sekaligus bersaing dengan Kazakhstan, Kyrgyzstan, Mongolia, dan Tiongkok yang mendominasi kejuaraan dalam dua tahun terakhir.
Ia juga mengajak para pemanah untuk terus mengembangkan panahan tradisional Indonesia dan menunjukkan kemampuan di tingkat internasional demi mengharumkan nama bangsa.
WTAF merupakan federasi panahan tradisional dunia yang berpusat di Ulsan, Korea Selatan. Organisasi ini didirikan pada 2025 atas prakarsa sembilan negara, termasuk Indonesia yang diwakili KPBI.
KPBI turut berperan dalam Komite Akademik dan Sains WTAF. Dalam komite tersebut, Irvan S. Mappaseng menjabat sebagai Vice Chairperson.