NADIKABAR.COM — Dalam suatu kejadian langka, otoritas Myanmar pada Senin merilis foto-foto pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi yang sedang menjalani tahanan rumah saat menerima surat dan buku dari Raja Inggris, Charles III.

Pengamat politik meyakini langkah tersebut adalah upaya otoritas Myanmar menunjukkan bahwa mereka telah semakin baik memperlakukan Aung San Suu Kyi, penerima Hadiah Nobel Perdamaian yang kini berusia 81 tahun.

Hal tersebut juga merupakan cara mereka membangun legitimasi dan mengakhiri isolasi internasional menyusul kudeta militer 2021 yang menggulingkan pemerintahan demokratis pimpinan Aung San Suu Kyi.

Penjelasan yang disertakan dalam rilis foto itu menyebut pejabat kementerian dalam negeri menemui Aung San Suu Kyi selama 10 menit di lokasi yang tak disebutkan, dan mengantarkan dua buku, sebuah surat bersegel, dan sebuah surat diplomatik bersegel dari raja Inggris.

Myanmar merupakan bekas jajahan Inggris, sementara keluarga sang aktivis tersebut tinggal di Inggris.

Aung San Suu Kyi, mantan konselor negara dan pemimpin de facto Myanmar hingga kudeta militer pada Februari 2021, menjalani tahanan rumah di lokasi yang tidak disebutkan di ibu kota Naypyitaw sejak dikeluarkan dari penjara pada April lalu.

Sementara itu, Min Aung Hlaing, mantan panglima angkatan bersenjata dalang kudeta 2021 dan kemudian terpilih sebagai presiden dalam pemilu pada April lalu, berupaya mengakhiri isolasi komunitas internasional terhadap rezimnya.

Rilis foto tersebut dilakukan beberapa pekan sebelum KTT ASEAN pada November mendatang, di mana para pemimpin ASEAN disebut akan membahas pemulihan status Myanmar agar bisa mengikuti lagi pertemuan politik organisasi tersebut.

Sejak kudeta yang memantik perang saudara berkepanjangan, pemimpin Myanmar terus dicegah hadir dalam KTT ASEAN karena mandeknya implementasi rencana perdamaian di Myanmar yang disepakati ASEAN.

Agustus lalu, rezim pro-militer Myanmar juga sempat merilis perwakilan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Myanmar saat menemui Aung San Suu Kyi di Naypyitaw.

Penerjemah: Nabil Ihsan