"Ibarat saham, ketika kinerjanya bagus dan perusahaannya sehat, orang akan beli sahamnya. Kami tidak meyakinkan orang dengan cara membujuk, tapi dengan bekerja lebih awal dan menyempurnakan struktur. Dengan begitu, nilai saham partai naik dan orang tertarik masuk," jelas Rio.

Pendekatan ini diklaim mulai membuahkan hasil. Rio mengungkapkan ada lima kader dari partai besar mulai mendekati Hanura. Menurut dia, kelima kader partai besar itu kini mulai wait and see melihat pergerakan Hanura yang aktif di media dan memiliki rekam jejak kerja yang jelas.

"Mereka melihat ada keseriusan dan Hanura diurus dengan benar. Kalau di partainya yang lama dia merasa tidak nyaman atau tidak dapat nomor bagus, kita janjikan kalau calon di sini, kita kasih nomor 1," kata Rio.

"Bahasa kemenangan dan kesiapan mesin politik dari Aceh sampai Papua harus sama. Jadi masa depan partai ada di tangan pengurus DPC, PAC, hingga ranting. Kami menyebarkan virus optimisme ini kepada kader dan masyarakat di luar Hanura," tambahnya.

Menurut dia, pertimbangan lima kader partai besar tersebut untuk beralih ke Hanura karena melihat hasil survei Hanura terus naik.

"Nah itu, kemungkinan mereka akan hitung-hitung untuk bergabung ke Hanura. Kalau cara kerja Hanura on the track seperti ini, mereka meyakini bahwa Hanura akan naik terus," tuturnya.

"Kelima kader itu dari partai besar. Jadi, mungkin mereka merasa tidak nyaman lagi di partainya, kemudian dia merasa bahwa dia tidak akan dapat tempat atau nomor yang bagus di partainya. Kita janjikan kalau you calon di sini, kita kasih dia nomor 1," tambah Rio.

Rio pun optimistis Hanura sudah siap menghadapi Pemilu 2029. Dia menegaskan bahwa kekuatan utama berasal dari internal kader sendiri.