"Jadi kami tidak boleh bergantung dari harapan orang lain. Masa depan partai ini ada di tangan kadernya. Masa depan partai ini ada di tangan pengurus DPC, DPRT, PAC, dan DPD. Maka kami meyakini kerja kami kompak seperti ini, kami meyakini bahwa optimisme itu mulai terbangun," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Hanura NTB, Ahmad Dahlan alias Leo, menegaskan kesiapan jajarannya di tingkat daerah untuk merebut kembali kursi yang hilang di beberapa daerah di Bumi Gora.

Leo mengatakan dari 10 kabupaten/kota ada tiga kabupaten/kota yang tidak mendapatkan kursi, yaitu Kabupaten Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.

"Nah sekarang di Lombok Utara saya pasang orang yang kompeten, dia adalah koordinator kelompok tani. Di Sumbawa Barat yang dulu tidak begitu gesit kerjanya, sekarang saya pasang pengusaha yang sekarang mengendalikan semua produk yang tidak dipakai di PT AMMAN," tambahnya.

Leo mengatakan pengisian figur pimpinan di Kabupaten Sumbawa juga menerapkan sistem popularitas. Hanura, beber Leo, pernah menduduki kursi pimpinan di Sumbawa. Kejayaan itu akan dikembalikan pada 2029.

"Kita pernah jadi pimpinan DPRD di Sumbawa sekarang zonk. Sehingga sekarang saya memasang orang yang kompeten dan punya jaringan luas di Kabupaten Sumbawa," urainya.

Leo meyakini kepengurusan baru Hanura NTB yang disusun ini siap bekerja serius. Kerjasama antar pengurus semakin baik. Untuk DPRD 2029 nanti.

"Insya Allah tiga kabupaten yang sebelumnya zonk akan mendapatkan kursi dan mengembalikan masa kejayaan Hanura," pungkas Leo.