"Sekarang kami ingin mengikuti gajah-gajah tersebut dan menyelidiki apakah mereka memilih tumbuhan tertentu ketika mengalami kondisi kesehatan tertentu, serta apakah tumbuhan itu memiliki aktivitas biologis yang relevan."
Banyak hewan mengobati diri mereka sendiri dengan memanfaatkan tumbuhan dan bahan-bahan alami lainnya.
Catatan ilmiah paling awal mengenai gajah yang melakukan "pengobatan mandiri" berasal dari awal abad ketiga.
Penulis Romawi Claudius Aelian, dalam karyanya De Natura Animalium (Tentang Sifat Hewan), menggambarkan seekor gajah yang memakan bunga dan minyak dari pohon zaitun setelah terluka akibat tombak dan anak panah. Gajah itu kemudian pulih sepenuhnya.
Berabad-abad kemudian, para ilmuwan kini mendalami apa yang bisa kita pelajari dari satwa liar mengenai khasiat tumbuhan yang terdapat di habitat hutan tempat mereka berevolusi.
"Ada organisme penghasil obat di planet ini yang memiliki kemampuan luar biasa," kata Dr Freymann kepada BBC News.
"Pabrik-pabrik obat yang ada di sekitar kita."
Christopher PowlesPara peneliti bekerja sama dengan ahli setempat untuk mengidentifikasi tumbuhan yang digunakan gajah.
Prof Huffman, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menambahkan: "Kini kita tahu bahwa nyamuk dan drosophila (lalat buah) melakukan pengobatan mandiri, begitu pula lebah dan banyak spesies lainnya, hingga mencapai kerabat terdekat manusia dalam tangga evolusi, yakni kera besar di Afrika dan Asia."
"Setiap kali spesies baru diteliti, pemahaman kita tentang sejarah pengobatan manusia pun semakin bertambah."
Bagi Dr Freymann, temuan ini juga memberikan pelajaran untuk masa depan kita.
"Begitu banyak obat yang kita beli di apotek berasal dari senyawa yang ditemukan pada pohon, alga, jamur, hingga terumbu karang."
"Karena itu, melindungi hutan-hutan ini dan mempertahankan 'apotek alami' tersebut akan menguntungkan kita semua, setidaknya cukup lama agar kita dapat menemukan produk-produk alami baru yang suatu hari bisa menyelamatkan kita."