"Narasi tersebut berupaya menampilkan Bab al-Rahma sebagai situs keagamaan Yahudi yang dapat diakses dan digunakan untuk beribadah," tulis otoritas tersebut.
Mereka menambahkan promosi itu telah berlanjut ke langkah nyata melalui seruan untuk mengadakan doa mingguan di lokasi tersebut serta mengaitkan langkah-langkah ini dengan Uri Ohayon, seorang eks perwira militer Israel.
Berdasarkan pemantauan otoritas terkait, Ohayon mulai mempromosikan gagasan itu pada 16 Agustus dan mengorganisir pertemuan pertama pada 27 Agustus yang kemudian diikuti oleh dua pertemuan lainnya pada 3 September dan 10 September.
Pertemuan-pertemuan itu mencakup kegiatan doa bersama dan ritual yang dilakukan tepat di samping makam-makam umat Islam.