NADIKABAR.COM — Rivan Rinaldi menjadi salah satu kandidat yang masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan. Dia membangun 'Rumoh Pangan Aceh' dan mengembangkan kacang koro pedang sebagai alternatif pangan lokal.
Pemilihan 3 besar DPD RI Awards 2026 ditentukan dalam rapat perdana Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Sejumlah anggota Dewan Pakar hadir langsung dalam rapat dan yang berhalangan hadir tetap memberikan pandangan serta kontribusi dalam pembahasan.
Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.
Ada empat kategori penghargaan di DPD RI Awards 2026, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.
Rivan Rinaldi mengembangkan produksi kacang koro pedang sebagai alternatif pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. Lewat inovasi kacang koro pedang, Rivan membangun ekosistem pangan lokal dari petani hingga konsumen.
Rivan berinovasi dengan kacang koro pedang karena melihat kondisi Indonesia sangat tergantung pada kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Dia mencatat sekitar 90% kebutuhan kedelai Indonesia berasal dari impor, dengan kebutuhan lebih dari 2 juta ton per tahun.
Ketergantungan itu mendorong Rivan mengembangkan kacang koro pedang sebagai alternatif pangan lokal karena memiliki kandungan protein dan bergizi. Dari segi harga lebih murah dibandingkan kedelai impor sehingga berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.
Lewat budidaya yang baik, produktivitas kacang koro pedang dapat mencapai sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan kedelai, sehingga bisa memberikan peluang ekonomi yang menarik bagi petani.
Melalui Rumoh Pangan Aceh, Rivan membangun ekosistem dari petani hingga konsumen. Dia mengedukasi masyarakat, mendampingi petani kacang koro pedang hingga pengolahan, produksi dan pemasaran.
Rivan memulai inovasinya dimulai dari budidaya kacang koro pedang di lahan seluas 8 hektare bersama 15 petani. Kini budidaya berkembang di lahan seluas 28 hektare dan melibatkan 150 petani di 8 kabupaten/kota di Aceh. Kapasitas produksi kacang koro pedang juga meningkat dari semula 10 kilogram (kg) menjadi 200 kg per hari.
Rumoh Pangan Aceh yang dibangun Rivan juga telah dengan kerja sama 2 SPPG, 2 sekolah, 4 pasar modern dan 21 kanal pasar tradisional.
Lebih dari 25.000 produk olahan kacang koro pedang telah diproduksi dan menjangkau lebih dari 20.000 konsumen di Banda Aceh dan Aceh Besar. Inovasi Rivan ini juga menciptakan 20 lapangan kerja, termasuk bagi 14 perempuan di Aceh.