"Sesuatu yang dibatasi institusi mengakibatkan kita berpura-pura dengan pikiran, saya nggak mau itu. Gerakan koperasi revolusi ekonomi Indonesia. Kantor koperasi yang dicatat publik. Jadi koperasi itu bukan bangunan tapi gerakan, hanya itu yang kita percaya bahwa revolusi bisa terjadi kalau itu sudah menjadi gerakan, kalau nggak ada gerakan tidak ada revolusi," kata Rocky dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Rocky dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jakarta, Senin sore (5/10/2026). Rocky menilai gagasan koperasi memiliki keterikatan dengan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Ia menyebut semangat kebersamaan dan solidaritas yang menjadi fondasi koperasi sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan melalui KDKMP dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih berbasis pada kebutuhan dan kekuatan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyoroti posisi koperasi dalam struktur perekonomian nasional yang telah mendapatkan tempat dalam konstitusi, bersama korporasi dan badan usaha milik negara. Namun, Rocky menilai koperasi selama ini belum mendapatkan penguatan yang sebanding dan lebih banyak berada pada posisi menerima manfaat secara terbatas.
"Konstitusi kita mengenal tiga player, korporasi, BUMN dan koperasi untuk menghasilkan solidaritas. Dalam praktiknya koperasi hanya menemukan tetesan CSR dari korporasi. Sejak Presiden Prabowo ini diubah, maka benar ini adalah transformasi ekonomi meski harus bertengkar dengan para pemilik modal," ucap Rocky.
Menurut Rocky, penguatan KDKMP sudah seharusnya membutuhkan dukungan negara agar gerakan koperasi memiliki fondasi yang kuat dan mampu berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.