NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menyatakan dirinya hanya berpindah dari luar ke dalam pemerintahan agar pikirannya lebih cepat sampai kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Saya menginginkan pikiran saya tiba dua detik sebelum kejadian di kuping Presiden," kata Rocky saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Selasa.

Rocky mengatakan ia ingin jarak argumentasinya tidak lagi melalui forum diskusi publik seperti ILC yang menurutnya belum tentu bisa sampai ke telinga presiden.

"Saya hanya pindah dari luar ke dalam," ujarnya.

Rocky menyadari dirinya kini berada di kalangan Istana dan akan menjadi sasaran kritik. Ia menepis anggapan bahwa reputasinya didagangkan kepada Prabowo.

Menurut Rocky, kemarahan sebagian pihak menunjukkan mereka sebenarnya tidak ingin berpisah dan menggambarkannya seperti mantan yang gelisah.

Ia memahami opini publik yang dibentuk akademisi dan lembaga swadaya masyarakat saat ini. Namun, ia menegaskan negeri ini harus dikembalikan pada akal sehat.

Rocky menyatakan dirinya tetap independen dan bertanggung jawab atas pilihannya. "Orang independen itu memilih sendiri targetnya, dan bertanggung jawab atas pilihan itu," katanya.

Ia mengaku memilih menjadi pengkritik karena pilihan moral dan akal pikirnya. Pilihan itu, kata dia, dipertanggungjawabkan di hadapan akal pikirnya sendiri, bukan untuk melayani keraguan warganet.