"Yang pertama, Singapura sebesar 14 miliar dolar atau 29,6 persen, kedua Hong Kong 12,8 miliar atau 27,2 persen, dan ketiga Tiongkok 5 miliar atau 10,5 persen," katanya.
Sementara, investasi yang mengalir khusus ke sektor hilirisasi pada periode Januari hingga September 2026 telah mencatatkan nilai yang signifikan sebesar Rp480 triliun.
Sektor mineral tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp335,1 triliun yang mencakup komoditas nikel, bauksit, besi baja, tembaga, hingga pasir silika.
"Kedua, perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun. Tetapi, memang khusus untuk realisasi luar Jawa investasinya itu mencapai 78 persen dari total investasi (hilirisasi)," kata Rosan.