NADIKABAR.COM — Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani menilai koreksi valuasi saham sejumlah emiten menjadi momentum tepat bagi Danantara untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

"Kita harus tetap melihat ini suatu opportunity, optimis, kami yakini, dan kami dari Danantara siap masuk. Karena melihat kembali lagi, ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia," kata Rosan dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat.

Pada pembukaan perdagangan Jumat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 sehingga BEI menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit.

Pelemahan tersebut terjadi setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Menurut dia, koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah sehingga membuka peluang investasi.

Rosan mengatakan Danantara memandang kondisi tersebut sebagai peluang investasi jangka panjang karena menilai fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa masih kuat.