NADIKABAR.COM β€” Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan mempercepat pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi pemerintah.

β€œDengan adanya kementerian koordinator untuk hilirisasi dan juga transisi energi, saya yakin akan membuat pekerjaan lebih komprehensif dan lebih mempercepat,” kata Rosan seusai pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa.

Rosan menyampaikan hal tersebut ketika menjelaskan arah program hilirisasi dan transisi energi pemerintah setelah pembentukan kementerian koordinator yang membidangi kedua sektor tersebut.

Ia mencontohkan program pemerintah untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai salah satu program prioritas dalam agenda transisi energi.

Menurut Rosan, sekitar 13 GW kapasitas listrik berbasis diesel akan digantikan secara bertahap dengan energi surya sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut.

β€œKurang lebih itu ada 13 gigawatt yang akan kita coba ganti secara bertahap dengan cepat dengan panel surya,” ujar dia.