"Bagi peserta, yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan medisnya dapat dilayani. Jadi bukan hanya persoalan ada atau tidak ada fasilitas, tetapi juga bagaimana peserta mendapatkan pelayanan yang sesuai, berkualitas, dan memiliki kesinambungan ketika membutuhkan penanganan berikutnya," ujar Pujo.

Ia menyebut RS Kapal Nusa Waluya II dapat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain dan bersandar dalam periode pelayanan tertentu.

Pola ini memungkinkan pelayanan kesehatan hadir di lokasi yang menjadi sasaran misi, sebelum kemudian melanjutkan pelayanan ke wilayah berikutnya.

"JKN harus dapat dirasakan manfaatnya oleh peserta di mana pun mereka berada. Karena itu, ketika ada wilayah dengan karakteristik tertentu yang membuat akses pelayanan menjadi tantangan, kita perlu melihat pendekatan yang paling sesuai agar peserta tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan," ucap dia.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional Muttaqien mengatakan kehadiran negara untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk daerah dengan tantangan akses pelayanan kesehatan, tetap memperoleh layanan yang dibutuhkan.

Dia menjelaskan doctorSHARE selama ini telah berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan hingga berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah yang sulit dijangkau.

"Negara harus hadir. DoctorSHARE berupaya memberikan pelayanan hingga ke ujung negeri. Karena itu, perlu ada dukungan dan sinergi dari berbagai pihak agar pelayanan yang sudah hadir ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata dia.

Menurut dia, masih diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan di wilayah DBTFMS.