NADIKABAR.COM — Rumah Sakit (RS) Undata Palu, memperluas kapasitas tempat tidur Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menambah jajaran tenaga medis (dokter) sub spesialis, guna menampung lonjakan pasien serta menyempurnakan status sebagai fasilitas kesehatan rujukan paripurna di Sulawesi Tengah.

"Kapasitas tempat tidur IGD di rujukan utama (Undata) ditingkatkan dari semula 32 unit menjadi 50 unit untuk menampung tingginya lonjakan penanganan pasien harian," kata Direktur RS Untada Palu Jumriani di Palu, Jumat.

Ia mengemukakan dalam sebulan RS Undata melayani sekitar 16 hingga 17 ribu pasien rawat jalan dan lebih dari 2 ribu pasien rawat inap.

"Di IGD kapasitas standar 32 tempat tidur telah ditingkatkan menjadi 50 unit, namun penanganan harian dapat mencapai 60 hingga 70 pasien," ujarnya.

Jumriani menjelaskan saat ini terdapat sekitar 350 tempat tidur yang aktif digunakan dari total kapasitas awal 399 unit, karena adanya pengerjaan penataan dan renovasi di beberapa ruang perawatan.

Langkah perluasan IGD dan percepatan renovasi bangunan diharapkan mampu memangkas hambatan administrasi, serta mempercepat masa tunggu pelayanan bagi pasien darurat yang datang dari berbagai daerah.

"RS Undata terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Saat ini Undata tercatat sebagai fasilitas kesehatan dengan jumlah SDM terbesar di Sulawesi Tengah, yaitu mencapai 1.511 karyawan yang mencakup lebih dari 100 dokter spesialis, 800 perawat, dan 200 bidan," tutur Jumriani.

Pihaknya berupaya menambah jumlah dokter sub-spesialis dan menjalin kemitraan strategis dengan institusi pendidikan medis terkemuka, guna memenuhi kebutuhan penanganan penyakit kompleks tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.

"Desember 2026 kami akan menyambut dokter Obgyn Onkologi. Kami juga telah menjalin kerja sama dengan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo dan Universitas Hasanuddin Makassar untuk menghadirkan dokter bedah digestif," kata Jumriani.