NADIKABAR.COM — Jalanan bising oleh riuh klakson, transportasi umum berjejal manusia, serta raut wajah lelah meski jam belum menyentuh sudut 90 derajat. Inilah paras ibu kota setiap pagi di hari kerja.

Ungkapan klise, seperti: setiap orang sedang bertarung dalam diamnya masing-masing, agaknya familiar dengan kehidupan masyarakat urban. Ada yang bangun setiap hari untuk mencari makan, ada pula yang masih berusaha menemukan keberdayaan.

Ritme hidup yang serba cepat membuat banyak orang rentan berhadapan dengan masalah mental. Tidak heran jika kesehatan mental menjadi topik hangat yang banyak berkembang belakangan.

Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi depresi pada kelompok usia 15-24 tahun sebesar 2 persen. Kesadaran generasi muda akan kesehatan mental, membuat praktik pergi ke psikolog tidak lagi tabu dibicarakan.

“Jika ada perubahan emosi dan perilaku berulang di luar kebiasaan, konsultasikan ke psikolog,” ujar seorang psikolog klinis Atharana Aliyya, .