Tekanan hidup yang kian tak terkendali melahirkan tren hidup melambat di kalangan anak muda. Jika gangguan mental ringan bisa ditangani dengan perubahan pola hidup serta bantuan medis, bagaimana dengan mereka yang telah didiagnosis gangguan jiwa berat?
Bagi pasien dengan kondisi gangguan jiwa berat, bangkit adalah satu kata sederhana yang terus diusahakan. Peran puskesmas sebagai fasilitas kesehatan terdekat di masyarakat menjadi hal yang krusial dalam menjangkau dan memulihkan masalah kesehatan mental.
Sebagai wilayah urban berpopulasi lebih dari 300 ribu jiwa, Kecamatan Cipayung memiliki masalah psikososial yang kompleks. Masalah itu, mulai dari disfungsi keluarga, hingga ketidakstabilan ekonomi.
Ada tiga lapis layanan yang diaktifkan oleh Puskesmas Cipayung untuk mengakomodir kebutuhan layanan kesehatan jiwa. Pertama, layanan di dalam gedung melalui Layanan Kesehatan Jiwa dan Layanan Konseling yang diaktifkan sejak 2018 untuk memperkuat garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kedua, layanan luar gedung, skrining jiwa di posyandu, posbindu, dan kunjungan rumah untuk ODGJ berat dan penanganan kegawatdaruratan. Terakhir, layanan pemulihan berbasis rehabilitasi sosial melalui program Rumah Jiwa.