Diketahui, kemajuan yang dicapai Kelompok Houthi Yaman telah memperkuat kendali Iran dan sekutunya atas dua jalur perairan utama, termasuk Selat Hormuz, yang menjadi tumpuan kawasan Teluk secara luas serta eksportir minyak mentah terbesar, Arab Saudi, untuk mendistribusikan minyak mereka.

Perang di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran. Serangan itu lalu dibalas oleh Republik Islam tersebut dengan serangan di berbagai wilayah kawasan itu.

Selain itu, kelompok-kelompok yang didukung Iran, termasuk Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, juga kemudian turut terlibat.

Sementara perang di Yaman bermula pada tahun 2014 saat Houthi merebut ibu kota Sanaa, sebagian besar sempat terhenti sejak tahun 2022, namun kembali berkecamuk pada bulan Juli. Arab Saudi telah memimpin koalisi yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional sejak tahun 2015. Intervensi tersebut memperparah perang yang telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.