NADIKABAR.COM — Sebuah rumah di Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, ludes terbakar. Api diduga berasal dari obat nyamuk yang jatuh ke kasur.

"Kemudian obat nyamuk terjatuh di atas kasur dan disiram menggunakan air oleh anak itu. Kemudian anak itu meninggalkan kamar dan tidur di kamar lain sekira pukul 03.00 WIB," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung melalui pesan singkat kepada NadiKabar, Senin (14/9/2026).

Insiden tersebut terjadi pada Senin (14/9) pukul 04.00 WIB atau subuh tadi. Rumah tersebut merupakan milik Dwi Wahyuningsih (48). Rianung menerangkan pihaknya menerjunkan enam armada beserta 30 personel saat menerima laporan kebakaran.

Adapun kronologi kejadiannya, anak pemilik rumah mulanya membakar obat nyamuk di kamar belakang. Kemudian, obat nyamuk jatuh ke kasur. Anak lelaki itu pun mencoba memadamkan api menggunakan air dan meninggalkannya karena menganggap api sudah padam.

Ternyata, Dwi menemukan api yang mulanya dipadamkan anaknya itu telah membesar. Namun, api tidak bisa dikendalikan sehingga melaporkan ke Damkar.

"Ibu Dwi mengetahui api sudah membesar dan tidak bisa dikendalikan," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut proses pemadaman berlangsung selama satu jam. Beruntung tidak ada korban jiwa dan api tidak merembet ke rumah lainnya.

"Pemadamannya sekitar satu jam. Rumah lain tidak kena api. Jadi hanya rumah Ibu Dwi yang kena," kata Tantri.

Tantri menyebut kerugian yang dialami Dwi ditaksir mencapai Rp 100 juta. Sebab, rumah tersebut juga digunakan sebagai gudang rosok.

"Total kerugian kurang lebih Rp 100 juta," pungkasnya.