Dia menyebut saat pelemparan itu, Tifani memang sempat mendengar bunyi alarm mobil. Namun, saat itu, Tifani tidak curiga. Alhasil, Tifani puk memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.

Selain itu, setelah alarm mobil berbunyi, penjaga rumah langsung mematikan alarm tersebut menggunakan remote.

"Jam 03.00 WIB itu sudah terdengar ada suara lemparan sama suara alarm. Kami mikirnya 'mungkin dari rumah sebelah' karena kan lagi membangun rumah sebelah. Kebetulan ada penjaga rumah di bawah kan, dimatikannya alarm. Dikiranya mungkin itu suara alarm karena ada motor yang kencang-kencang kan, biasanya hidup itu mobil," jelasnya.

Sebelum kejadian ini, kata Tifani, rumahnya juga sempat dilempar batu oleh OTK pada 30 Juli 2026. Namun, batu itu hanya mengenai bagian teras saja, sehingga Tifani mengaku tak curiga dengan hal tersebut.

"Cuman kami mengiranya itu orang iseng. Pas cek CCTV, dia naik motor saja jalan terus lempar," sebutnya.

Dia tidak mengetahui motif pelemparan ke rumahnya itu. Menurutnya, keluarganya juga tidak memiliki masalah di lingkungan tersebut.

"Kami di sini baru 4 bulan pindah. Kami kurang tahu (motifnya)," pungkasnya.

Kembali ke Fadhil. Dia menyebut pada Oktober 2023 juga ada OTK yang membakar mobil yang sama miliknya itu. Saat itu, dia mengaku tengah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Sibolga.