NADIKABAR.COM — Dengan wajah pucat dan mata yang penuh kesedihan, Mahmoud Tubasi (60) setiap hari berdiri di atap rumah ayahnya di Desa Jalud, Tepi Barat bagian utara, memandangi dari kejauhan kedua rumahnya yang hangus terbakar.

Rumah-rumah itu, yang dulunya dilapisi batu Yerusalem, sejenis batu kapur putih alami yang banyak digunakan dalam konstruksi Palestina, kini menghitam akibat kebakaran, bekas luka yang tak akan pernah pudar dari hatinya dan istrinya. "Kondisi istri saya sangat buruk. Dia mengalami gangguan mental dan mengalami halusinasi setiap hari," kata Tubasi.