Nasional
HALAMAN 1 DARI 2
Rumah jadi abu dan pekerjaan lenyap di tengah serangan di Tepi Barat
Dengan wajah pucat dan mata yang penuh kesedihan, Mahmoud Tubasi (60) setiap hari berdiri di atap rumah ayahnya di Desa Jalud, Tepi Barat bagian utara, memandangi d
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Senin, 5 Oktober 2026 pukul 18:50 WIB
• ⏱ 4 menit baca
NADIKABAR.COM — Dengan wajah pucat dan mata yang penuh kesedihan, Mahmoud Tubasi (60) setiap hari berdiri di atap rumah ayahnya di Desa Jalud, Tepi Barat bagian utara, memandangi dari kejauhan kedua rumahnya yang hangus terbakar.
Rumah-rumah itu, yang dulunya dilapisi batu Yerusalem, sejenis batu kapur putih alami yang banyak digunakan dalam konstruksi Palestina, kini menghitam akibat kebakaran, bekas luka yang tak akan pernah pudar dari hatinya dan istrinya. "Kondisi istri saya sangat buruk. Dia mengalami gangguan mental dan mengalami halusinasi setiap hari," kata Tubasi.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.