NADIKABAR.COM — Ruko yang juga menjadi tempat tinggal keluarga Desta Pancaputra, founder Gerakan Indonesia Emas (GIE), di kawasan Ranca Tungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, diduga dibakar menggunakan bom molotov pada Minggu (18/10) dini hari. Desta meyakini peristiwa ini bermotif politik.

Dugaan teror molotov  tersebut membuat sejumlah barang di rumahnya hangus terbakar, mulai dari kursi hingga pakaian. Kaca pintu rumah juga pecah berkeping-keping. Dua botol yang diduga digunakan sebagai bom molotov ditemukan di lokasi kejadian.

Desta mengatakan peristiwa itu diketahui sekitar pukul 03.45 WIB setelah neneknya berteriak memanggil namanya. Ia langsung keluar rumah untuk memastikan kondisi keluarganya.

"Nenek saya berteriak, 'Desta, Desta!' Terus saya keluar rumah. Setelah itu saya nanya ada apa, ternyata ada kebakaran," kata Desta, Kamis (22/10).

Ia mengaku sempat panik setelah mengetahui rumah keluarganya terbakar. Namun, ketika tiba di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan dengan bantuan warga sekitar.

"Saya betul-betul tidak bisa positive thinking. Yang ada di dalam benak saya, rumah nenek saya sudah betul-betul hangus terbakar," ujarnya.

Menurut Desta, kebakaran tersebut pertama kali diketahui seorang penjual ayam potong yang melintas saat hendak menuju pasar. Saksi itu melihat sepeda motor yang ditumpangi dua orang di sekitar lokasi.

Desta menyebut keberadaan sepeda motor tersebut juga terekam kamera CCTV di beberapa titik sekitar TKP. Namun, identitas kedua orang itu belum diketahui dan keterlibatan mereka masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.

"Dari beberapa CCTV yang ada di beberapa titik di sekitar TKP, ternyata betul, di jam itu memang ada kendaraan bermotor yang dikendarai dua orang," katanya.

Desta menduga pembakaran dilakukan menggunakan bom molotov. Ia menyebut dua botol yang diduga dirakit sebagai alat pembakar telah ditemukan dan diamankan petugas.

"Ditemukan dua botol yang betul-betul dirakit persis sekali seperti bom molotov, dan dugaan saya betul-betul kuat, itu alat yang digunakan adalah bom molotov," ungkapnya.