Mereka berteriak saling memberi komando dan menyiramkan air secara manual ke area perimeter guna membendung perambatan api.
Dihubungi NadiKabar, Kepala Desa Sirnaresmi Iwan Suwandri mengonfirmasi musibah yang menimpa keluarga perangkat desanya sekaligus putra sesepuh adat tersebut. Ia memastikan, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
"Kondisinya hangus rata dengan tanah, jadi abu semuanya. Namun alhamdulillah, istri dan anaknya berhasil diselamatkan dan langsung keluar saat peristiwa berlangsung," ujar Iwan saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Iwan menjelaskan, kemunculan api sempat memicu kepanikan luar biasa karena letak permukiman adat yang padat dan berdekatan dengan deretan lumbung pangan warga.