"Banyak sekali tukang di rumahku. Kenapa? Karena bangunannya retak semua. Kenapa kok bisa retak semua? Karena yang seharusnya ditemukan ada besi, eh malah jadinya ada kayu," keluh Tasya membeberkan salah satu temuan paling mengejutkan di huniannya.

Kerusakan nyatanya tak cuma soal kayu yang diselundupkan untuk menggantikan besi. Hasil pemeriksaan menemukan bahwa sambungan antara struktur kolom dan dinding bata ringan atau hebel sama sekali tidak dipasangi besi penghubung.

Kejanggalan tersebut yang kemudian membuat dinding di sisi kolom ikut retak dan ada bagian yang sampai terpisah. Kerusakan juga merembet ke luar rumah.

Berdasarkan pemberitaan detikProperti, area kolam renangnya ikut ambles. Penurunan permukaan ini terlihat jelas dari lantai marmer kini merosot ke bawah garis batas cat yang padahal baru diaplikasikan tujuh bulan lalu.

Perombakan besar-besaran terpaksa dilakukan dan memakan kerugian materiil yang tak main-main. Dengan nada sarkas, Tasya menertawakan nasibnya yang harus kembali merogoh kocek untuk membenahi kelalaian kontraktor.

"Eh, eh, kira-kira kalau kayak gini tuh bayar lagi ga, sih? Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran, lho. Ho-oh, ah gila, can't wait hambur-hamburkan uangku ya, hahaha," sentilnya dengan tawa getir.