Kini, Tasya mengatakan harus rela rumah yang interiornya didesain dengan gaya modern French itu bising suara proyek perbaikan yang seringkali memanjang hingga pukul 22.00.
Belum lagi kelar proses perbaikan, kata Tasya Farasya, ia sudah diwanti-wanti bahwa potensi retak susulan di titik berbeda masih akan terus menghantuinya di masa depan.
"Dan yang serunya lagi adalah setelah retak, kalau misalnya nanti udah dibetulin, bisa jadi retaknya tumbuh di tempat lain," ungkapnya.
"Wah, I can't wait! Setelah pembangunan enam tahun ternyata retak itu akan ada lagi. Jadi memang aku itu harus membangun terus. Dokdokdok bersama Memong," seloroh perempuan yang akrab disapa Memong tersebut.
Hunian mentereng yang juga menampung studio khusus untuk pekerjaan Tasya ini memiliki sejarah panjang. Pembangunannya merenggut waktu hingga enam tahun sejak 2020.
Proyek rumah ini awalnya digarap saat Tasya masih bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf, dan baru benar-benar dikebut penyelesaiannya tak lama setelah mereka berpisah.