NADIKABAR.COM — Rumah yang terasa sesak tidak selalu disebabkan oleh luas ruangan yang terbatas. Tumpukan barang yang sudah jarang digunakan, terlalu banyak furnitur, atau benda-benda yang tidak memiliki tempat penyimpanan juga bisa membuat rumah terasa semakin penuh.

Mengutip laman Real Simple pada Minggu (27/9) waktu setempat, ahli penataan rumah menyarankan pemilik rumah mulai melihat kembali barang-barang yang ada di rumah dan menyingkirkan benda yang sudah tidak lagi dibutuhkan.

Kamar mandi, misalnya, sering menjadi tempat menumpuknya berbagai produk. Skincare, kosmetik, dan perlengkapan mandi yang dibiarkan memenuhi meja atau area bawah wastafel dapat membuat ruangan yang sebenarnya kecil terasa semakin sempit.

“Semua itu membuat kamar mandi terasa penuh, baik secara visual maupun fisik,” kata ahli penataan rumah sekaligus pendiri The Tidy Armadillo, Jessi Acuña.

Menurut Acuña, pemilik rumah bisa mulai dengan memeriksa produk yang sudah tidak digunakan. Barang yang masih layak dan belum kedaluwarsa dapat diberikan kepada orang lain, sementara produk yang sudah kedaluwarsa sebaiknya dibuang.

Hal serupa bisa terjadi di area pintu masuk. Sepatu, jaket, tas, dan berbagai barang yang diletakkan begitu saja dapat membuat rumah terasa penuh sejak pertama kali seseorang masuk.

“Area pintu masuk mungkin kecil, tetapi pengaruhnya besar terhadap perasaan kita terhadap rumah,” ujar ahli penataan rumah Marielle Young Goldberg.

Furnitur berukuran besar juga perlu diperhatikan. Terlalu banyak meja, kursi, atau perabot lain dapat mengambil ruang yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk membuat ruangan terasa lebih lega.

“Kadang-kadang, mengeluarkan satu furnitur saja bisa mengubah suasana ruangan secara keseluruhan dan mengembalikan banyak ruang,” kata ahli penataan rumah Olivia Parks.

Lemari pakaian juga bisa menjadi sumber masalah. Pakaian yang sudah terlalu besar, terlalu kecil, tidak lagi sesuai dengan gaya pemiliknya, atau sekadar tidak pernah dikenakan hanya akan memenuhi ruang penyimpanan.

“Jangan terjebak pada ilusi bahwa semakin banyak pakaian berarti semakin banyak pilihan,” kata Acuña.

Di dapur, barang-barang yang sudah tidak layak digunakan juga sebaiknya diperiksa. Bumbu yang sudah kehilangan aroma, minyak yang tengik, makanan kedaluwarsa, atau bahan makanan yang tidak pernah digunakan dapat memenuhi lemari tanpa memberikan banyak manfaat.

Terlalu banyak cangkir dan peralatan dapur dengan fungsi yang sama juga dapat membuat tempat penyimpanan cepat penuh. Goldberg menyarankan pemilik rumah menyimpan jumlah cangkir sesuai kebutuhan sehari-hari dan beberapa tambahan sebagai cadangan.

Sementara itu, Acuña menyarankan agar peralatan dapur yang paling sering digunakan ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau. Barang yang jarang digunakan dapat disimpan di tempat lain atau dipertimbangkan kembali apakah masih perlu dipertahankan.

Dengan menyortir barang secara berkala dan hanya menyimpan benda yang memang dibutuhkan, rumah dapat terasa lebih lega tanpa harus mengubah ukuran atau menambah ruangan.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah