Rumput laut hijau banyak mengandung klorofil. Rumput laut merah memiliki pigmen fikobiliprotein yang membuatnya terlihat berwarna merah atau keunguan. Sementara rumput laut cokelat, terdapat pigmen fucoxanthin yang memberi warna cokelat kekuningan.

Jenis rumput laut cokelat, yakni kelp dan sargassum, memiliki kantung udara yang dikenal dengan nama pneumatocyst. Kantung ini berfungsi sebagai pelampung yang dapat mengapung ke permukaan sehingga rumput laut mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis.

Jenis rumput laut cokelat seperti kelp dikenal kaya akan nutrisi. Jenis ini sebagian tidak hidup di perairan yang lebih dingin.

Selain memiliki warna yang beragam, rumput laut juga dapat mengubah lingkungan di sekitarnya. Contohnya, kumpulan rumput laut yang banyak disebut juga sebagai hutan rumput laut, jenis kelp, yang dapat berguna, salah satunya, untuk mengurangi energi gelombang dan memperlambat arus laut.

Dilansir dari Smithsonian, terdapat 182 spesies kelp yang dibagi menjadi 8 famili. Per famili, kelp terbagi kembali menjadi 30 kelompok atau genus, di antaranya adalah Macrocystis, Nereocystis, Laminaria, Lessonia, Ecklonia, dan Alaria.

Macrocystis merupakan alga sekaligus kelp terbesar yang dapat tumbuh hingga setinggi 60 meter, dengan perkiraan pertumbuhan 60 sentimeter per hari dan dapat tumbuh selama beberapa tahun. Pada hutan kelp, genus ini biasanya berperan sebagai kanopi hutan.