NADIKABAR.COM β€” Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak melemah 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.903 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.882 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak, yield obligasi pemerintah AS, hingga indeks dolar AS.

β€œHarga minyak tembus 102 dolar AS per barel, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 5,26 persen, indeks dolar naik menjadi 101,9 yang disebabkan oleh eskalasi konflik Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut,” ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Senin.