Terkait MSCI, BI disebut terus mewaspadai risiko yang terjadi di pasar saham domestik, termasuk memantau risiko arus keluar (outflow) modal asing, usai pengumuman MSCI mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia.

Melihat sentimen global, Rully melihat ada peluang peningkatan pasar obligasi pemerintah Indonesia seiring meningkatnya permintaan obligasi pemerintah AS, sehingga mendorong yield turun menjadi 5,1 persen.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18 ribu - Rp18.120 per dolar AS.