Minyak mentah Brent, sebagai tolok ukur internasional, diperdagangkan pada harga 111,40 dolar AS per barel, naik 2,4 persen, sementara minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), naik 2,22 persen menjadi 99,30 dolar AS per barel.
Serangan yang menewaskan dua orang tersebut memicu kembali kekhawatiran mengenai keamanan infrastruktur energi di Timur Tengah, yang membantu harga minyak pulih dari penurunan sebelumnya. Amerika Serikat juga memerintahkan sebagian personel dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan misi diplomatik AS di Arab Saudi, yang menambah kekhawatiran terkait ketegangan regional.
Selain itu, sebagaimana laporan Xinhua, Ansarullah Yaman telah melancarkan empat serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Serangan tersebut menyasar Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, fasilitas milik raksasa minyak Saudi, Aramco, di Yanbu, serta Bandara Internasional Abha di kota Abha, wilayah barat daya. Semua target diklaim oleh Juru Bicara Militer Ansarullah, Yahya Sarea, βterkena secara langsung," yang menyebabkan gangguan pada lalu lintas udara serta kebakaran di fasilitas minyak tersebut.