Josua juga melaporkan bahwa obligasi pemerintah Indonesia mencatat pergerakan yang beragam pada sesi perdagangan per Kamis (22/10).

Imbal hasil obligasi pemerintah acuan tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing berada di level 7,25 persen (+41 basis points/bps), 7,42 persen (-1 bps), 7,38 persen (-4 bps), dan 7,41 persen (+1 bps).

Adapun volume perdagangan obligasi pemerintah turun menjadi Rp18,28 triliun pada kemarin, dibandingkan dengan Rp24,39 triliun pada sesi sebelumnya. Kepemilikan asing atas obligasi pemerintah Indonesia berkurang Rp3,66 triliun menjadi Rp914 triliun per Rabu (21/10), atau setara dengan 13,02 persen dari total obligasi pemerintah yang beredar.