Selain itu, pelemahan dipengaruhi sentimen domestik seiring adanya tekanan di pasar saham dan menurunnya minat pelaku pasar terhadap lelang obligasi pemerintah pada Selasa (27/10).

Dia menerangkan bahwa tekanan di pasar obligasi terindikasi dengan kenaikan yield menjadi 7,55 persen tenor 10 tahun, sementara indeks bursa sudah terkoreksi lebih dari 40 persen dan capital inflow dari pasar saham sudah lebih dari Rp125 triliun.

Menurut dia, pemerintah harus mendorong penguatan kelembagaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan otoritas bursa sehingga mendukung tata kelola yang pada perdagangan di pasar, termasuk pemenuhan rasio free float.