Adapun kebijakan Bank Indonesia (BI) dinilai harus ketat/tight money policy dengan kenaikan suku bunga acuan dan instrumen non bunga lainnya seperti kenaikan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) guna menahan pelemahan rupiah.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18.140-Rp18.200 per dolar AS.