NADIKABAR.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, bergerak melemah 38 poin atau 0,21 persen menjadi Rp18.060 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.022 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan bahwa pergerakan rupiah itu diiringi keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dan memperpanjang kebijakan Rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV).
“BI melanjutkan kebijakan makroprudensial untuk mendukung likuiditas rupiah, termasuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dan memperpanjang kebijakan LTV/FTV,” ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Kamis.