Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, penguatan rupiah hari ini lebih banyak ditopang oleh kombinasi pelemahan dolar AS seiring peningkatan ekspektasi The Fed dapat mengambil sikap lebih dovish dan posisi eksternal Indonesia yang masih terjaga.

Kendati demikian, ruang penguatan tetap berpotensi terbatas karena pasar masih menunggu sinyal dari Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes dan perkembangan kebijakan The Fed.

β€œPasar saat ini juga masih menunggu risalah rapat The Fed untuk melihat arah kebijakan suku bunga ke depan,” kata Amru.